Program Stunting Hub dari Telkom menjadi contoh konkret bagaimana teknologi bisa disatukan dengan misi sosial untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Aplikasi ini tak hanya digunakan untuk mencatat data, tapi juga menjadi platform pemberdayaan bagi kader Posyandu dan masyarakat.
Dengan dukungan fitur pengukuran digital, edukasi, dan integrasi data, Stunting Hub memungkinkan terciptanya ekosistem penanganan stunting yang lebih efisien. “Inisiatif ini merupakan salah satu upaya Telkom untuk turut berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3, yaitu meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan,” ujar Hery Susanto.
Di lapangan, para kader yang sebelumnya bekerja dengan metode manual kini bisa mencatat data tinggi dan berat badan anak melalui aplikasi di ponsel atau tablet. Dengan begitu, mereka dapat fokus memberikan pendampingan dan edukasi kepada para orang tua tanpa terbebani pencatatan yang rumit.
Selain itu, Telkom juga menyelenggarakan penyuluhan dan bantuan Paket Makanan Tambahan (PMT) sebagai bentuk nyata dari dukungan sosial terhadap keluarga yang anaknya terindikasi mengalami masalah gizi.
Dengan menggabungkan tiga pendekatan ini — teknologi, edukasi, dan bantuan langsung — Telkom membuktikan bahwa masalah besar seperti stunting bisa ditangani secara komprehensif dan kolaboratif.