Guna menghadapi peningkatan aktivitas digital selama Ramadan dan Idulfitri 2025, TelkomGroup juga melakukan langkah antisipatif dalam hal keamanan siber. Perusahaan memastikan bahwa seluruh sistemnya telah diperkuat dengan sistem keamanan terbaru, termasuk peningkatan proteksi terhadap potensi serangan siber.
“TelkomGroup juga telah melakukan uji ketahanan (stress test), pengujian ketersediaan jaringan (availability), pemantauan stabilitas koneksi, serta peningkatan cybersecurity pada seluruh sistem,” tulis pernyataan resmi perusahaan.
Dengan peningkatan traffic hingga 16% dibandingkan tahun sebelumnya, risiko keamanan juga ikut meningkat. Karena itu, Telkom tidak hanya memperluas kapasitas jaringan, tetapi juga mempersiapkan proteksi maksimal untuk data dan privasi pelanggan.
Langkah ini juga relevan dengan makin maraknya transaksi digital selama Ramadan—baik melalui e-commerce, perbankan digital, maupun platform pembayaran. Dengan sistem keamanan yang ditingkatkan, pelanggan dapat menjalankan aktivitasnya dengan lebih tenang dan percaya diri.
TelkomGroup juga terus memantau potensi ancaman melalui posko monitoring yang beroperasi 24 jam. Dengan sinergi dari 480 personel posko dan 9.000 teknisi di lapangan, keamanan digital selama RAFI 2025 diharapkan terjaga dengan maksimal.