PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi digital secara umum, tetapi juga turut serta dalam mendukung program-program sosial melalui pemanfaatan teknologi. Salah satunya diwujudkan dalam bentuk aplikasi “Stunting Hub”, yang dirancang khusus untuk membantu penanganan masalah stunting di Indonesia.
Stunting masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, Jawa Barat memiliki angka prevalensi stunting sebesar 21,7% pada tahun 2023, atau sekitar 178.058 anak yang mengalami gangguan pertumbuhan. Merespons hal ini, Telkom mengembangkan aplikasi Stunting Hub sebagai solusi praktis berbasis digital.
“Sebagai upaya penurunan angka stunting pada anak-anak Indonesia, Telkom telah meluncurkan aplikasi Stunting Hub yang diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memantau tumbuh kembang anak,” ujar Hery Susanto, Senior General Manager Social Responsibility Telkom.
Aplikasi ini memungkinkan para kader Posyandu untuk mencatat data tinggi dan berat badan anak secara digital, akurat, dan mudah diakses. Dengan sistem ini, kader tidak lagi harus bergantung pada pencatatan manual yang rentan salah dan menyulitkan proses evaluasi.
Stunting Hub juga menghadirkan nilai tambah berupa konten edukatif seputar pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak yang dapat dimanfaatkan oleh para orang tua. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan stunting.